Posted on Mei 29, 2009 by muhammadinsan

Oleh: TN
Bagi penganut ahmadiyah bahwa arti khaatam bukanlah penutup dengan alasan bahwa gelar yang disandang oleh manusia seperti Imam Suyuthi mendapat gelar “khaatam-ul-muhadditsin”, Abu tamam, seorang penyair muslim kenamaan diberi gelar oleh pengagumnya sebagai “khaatam-usy-syu’araa” dan masih banyak lagi orang-orang yang terkenal lainnya diberi gelar oleh pengagumnya dengan mengaggunakan insial “khaatam”. Jika khaatam yang ada pada gelar-gelar itu diartikan dengan penutup, menurut ahmadiyah akan menjadi janggal serta bertentangan dengan kenyataan. Menurut ahmadiyah, Apakah setelah Imam Suyuthi tidak ada lagi ahli Hadits di dunia ini? Apakah setelah Abu Tamaam wafat tidak ada penyair lagi? Dari kenyataan ini orang-orang ahmadiyah qadiani mengatakan kata khaatam tidak bisa diartikan dengan penutup. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agama, ahmadiyah | Ditandai: Gelar Khaatam yang diberikan oleh Manusia | 2 Komentar »
Posted on Mei 27, 2009 by muhammadinsan

Oleh : CK
Riwayat Imam Ali
- “….Allah SWT untuk memenuhi janjinya dan menyempurnakan serta mengakhiri kenabian mengutus Muhammad SAW…”(Nahj al-Balaghah, khobtah pertama)
- Amirul mukminin Ali berkata:”…Rasulullah SAW adalah manusia terpercaya untuk menerima wahyu Allah, penutup, dan nabi terakhir penyampai berita gembira atas rahmat Allah, dan pembawa ancaman akan kemurkaan-Nya…”.(Nahj al-Balaghah, Khotbah ke-168)
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agama | Ditandai: Kenabian Terakhir dalam Pandangan Riwayat-Riwayat | Leave a Comment »
Posted on Mei 24, 2009 by muhammadinsan
Oleh : TN
Pendapat Para Ahli tentang Makna khaatam:
- Ibnu Faris, salah seorang ulama besar dalam Ilmu Bahasa berpendapat bahwa makna asli dari khaatam adalah mengakhiri sesuatu. Dalam bahasa Arab disebutkan Khatamtul ‘amala bermakna “aku menyelesaikan pekerjaan”. Demikian pula jika menyatakan khatamal qari’u ash-shurata berarti “pembaca al-Qur’an mengkhatamkan (menuntaskan) surah yakni ia membaca surah tersebut sampai akhir. Dengan demikian, kata khaatam bermakna “menutup sesuatu” karena pekerjaan terakhir dalam menjaga sesuatu adalah dengan jalan menutup wadah atau tempatnya. Kata khaatam baik dengan hutuf ta yang berharakat fathah maupun kasrah bermakna demikian karena sudah menjadi kebiasaan mengakhiri surat atau tulisan dengan stempel atau cincin yang menjadi stempel. Mengecap surat berarti bahwa surat tersebut telah berakhir. Nabi Muhammad SAW disebut sebagai khaatamul anbiya karena Nabi terakhir utusan Allah dan yang dimaksud dengan khitamuhu misk yang disebutkan dalam al-Qur’an adalah sesuatu yang terakhir yang tercium ketika meminum minuman tersebut adalah wangi kesturi. (Sumber: Al-Maqayis, huruf kha, ta, mim)
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agama | Ditandai: Kenabian Terakhir dalam Pandangan Para Ahli | 1 Komentar »
Posted on Mei 23, 2009 by muhammadinsan

Oleh: TN
Dalam kitab-kitab yang mu’tamad, arti “khataman Nabiyyin” adalah:
- Dalam Tafsir Khazen, pada jilid V, halaman 218 arti “khataman Nabiyyin” ialah: Kenabian telah tertutup, tak ada lagi nabi sesudah beliau”.
- Dalam Tafsir Nasaffi pada jilid III, halaman 2 artinya:”akhir Nabi, tiada seorang juga lagi Nabi sesudah beliau”.
- Dalam Tafsir Ibnu Katsir, pada jilid III, halaman 493 artinya:”Nabi tidak ada lagi sesudah Nabi Muhammad SAW, begitu juga Rasul tidak ada lagi”. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agama | Ditandai: Kenabian Terakhir berdasarkan Tafsir | 4 Komentar »
Posted on Mei 21, 2009 by muhammadinsan
Oleh: RD
Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya (QS.69:44-45)
Kedua ayat ini menegaskan bahwa Alquran itu benar-benar berasal dari Allah SWT, bukan buatan Muhammad, bukan syair-syair yang disusun dan bukan pula khayalan-khayalan yang berasal dari perkataan tukang tenung, karena tidak seorang makhluk pun yang sanggup membuat seperti ayat-ayat Alquran itu. Seandainya Muhammad mengatakan sesuatu tentang Kami dan mengucapkan perkataan yang dikatakannya berasal dari Kami, padahal Kami tidak pernah menyatakan atau mengatakannya, pasti Kami pegang tangan kanannya, untuk menerima hukuman dari Kami. Bagi Allah tidaklah berat dan sukar menghukumnya dengan hukuman yang sangat berat sekalipun, karena Kami Maha Kuasa atas segala sesuatu. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agama, ahmadiyah | Ditandai: Umur kenabian ghulam ahmad | 8 Komentar »
Posted on Mei 21, 2009 by muhammadinsan
Oleh: TN
Imam Bukhari menuturkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“Adalah Bani Israil, urusan mereka senantiasa diatur oleh para Nabi, setiap Nabinya telah wafat, maka akan diganti Nabi yang lain. Akan tetapi, tidak ada nabi sesudahku; yang ada adalah para khalifah dan jumlahnya banyak.[HR. Imam Bukhari, juz 2, hal. 175].
Hadits ini memberikan pengertian, bahwa setelah Rasulullah Saw wafat tidak ada lagi Nabi dan Rasul baru secara mutlak, baik yang membawa syariat baru maupun tidak. Yang ada hanyalah para khalifah yang jumlahnya banyak. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agama, Hadits | Ditandai: Hadits "Khalifah dalam jumlah banyak" | Leave a Comment »
Posted on Mei 21, 2009 by muhammadinsan
Oleh: WK
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Sabda RAsulullah:”Tidak ketinnggalan dari (urusan) kenabian melainkan Mubasyirat. Sahabat-sahabat bertanya: Apa dia Mubasyirat? Sabdanya: Mimpi yang baik. (HR. Bukhari)
Diriwayatkan dari Ummu kurz, Sabda Rasulullah:”Telah habis kenabian, tetapi tinggal Mubasyirat (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadits-hadits yang semakna dengan apa yang tertulis diatas terlalu banyak diriwayatkan dari Anas, Abith Thufail, Ibnu Abbas, dll. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agama, Hadits | Ditandai: Hadits Mubasyirat | Leave a Comment »
Posted on Mei 19, 2009 by muhammadinsan
Oleh: CT
“Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebuah rumah, diperindah dang diperbagusnya kecuali tempat untuk sebuah batu bata disudut rumah itu. Maka orang-orangpun mengelilingi rumah itu dan mengaguminya, dan berkata: Mengapa engkau belum memasang batu bata itu? Nabipun berkata: Sayalah batu bata terakhir itu, sayalah penutup para nabi.(Ibn Hajar al-’Asqalani, Fath al-Bari bi Sharh al-Bukhari, Juz VII (Misr:Mustafa al-Babi al-Halabi, 1959, hal.370) .
Menurut anggapan orang-orang ahmadiyah, hadits ini tidak menunjukkan bahwa sesudah Rasulullah SAW tidak akan datang Nabi lagi. Hadits ini hanyalah menerangkan perumpamaan antara Nabi Muhammad SAW dan Nabi-Nabi sebelumnya. Sedangkan maksud hadits tsb adalah bahwa nabi-nabi sebelum beliau serta syariat mereka ibarat satu bangunan rumah yang belum sempurna. Setelah datang Rasulullah SAW maka sempurnalah kekurangan nabi-nabi itu. Nabi-nabi beserta syariat mereka. Setelah datang Nabi Muhammad SAW baru ada syariat yang sempurna untuk seluruh umat manusia dan berlaku sepanjang zaman.
Jika ditelaah komentar Ahmadiyah tentang hadits tsb benar-benar salah. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agama, ahmadiyah | Ditandai: Maksud hadits "Perumpamaan Batu Bata Terakhir" | 21 Komentar »
Posted on Mei 15, 2009 by muhammadinsan
Salah satu karunia Allah Ta’ala terbesar yang dilimpahkan kepada kita adalah Kalam-Nya yang mulia Al-Qur’an. Terkandung di dalamnya petunjuk menuju jalan yang lurus dan benar. Dengannya Allah memandu hamba-hamba-Nya kepada jalan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Seorang nashrani pun ketika mendengarkan lantunan ayat-ayat Al Qur’an dengan hati yang jernih maka hidayah Allah pun masuk kedalam relung hatinya tanpa bisa dibendung.
Tak hanya berhenti disitu, ia pun mencucurkan air mata demi mendengarkan kalam Ilahi yang mulia ini. Raja Najasyi adalah contoh yang indah untuk membenarkan klaim tersebut. Ketika beliau mendengarkan Al Qur’an yang dibacakan oleh Ja’far bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agama | Ditandai: Jadikanlah Al-Qur’an Sebagai Sahabat | Leave a Comment »
Posted on Mei 15, 2009 by muhammadinsan
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia),sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)“. Hadist RiwayatTabrani.
Sholat itu Bikin Otak Kita Sehat” Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan Berkurbanlah’ (Q.S Al Kautsar:2)
Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya.
Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ??????? Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Agama | Ditandai: Shalat dan Otak Manusia | Leave a Comment »