Arti “Apabila binasa Kisra maka tidak ada kisra sesudahnya….”

0570

Oleh: CK

Rasulullah SAW bersabda :

“Apabila binasa Kisra ( Raja Persia ) maka tidak ada kisra sesudahnya.Dan apabila binasa kaisar ( Raja Roma ), maka tidak ada kaisar sesudahnya..”

(H.R Bukhari Muslim, Ahmad dan Tirmidzi dalam kanzul ‘ Ummal, Alauddin Alhindi, Muassasatur Risalah,Beirut,1989,jilid XI,p.368 hadits no 31765)

Hadits ini menjelaskan tentang kejatuhan dua kerajaan besar yaitu kerajaan besar, yaitu Kerajaan Persia dan Kerajaan Romawi yang akan terjadi di kemudian hari. Sebelum Rasulullah SAW mengatakan hadits tersebut, yakni pada waktu beliau memukul batu ketika menggali parit menjelang terjadi Perang Khandak, Allah memperlihatkan kepada beliau melalui wahyu tentang kejatuhan dua kerajaan besar tersebut ke tangan kaum muslimin. Beliau SAW ketika itu melihat kunci-kunci istana Kerajaan Romawi yang ada di Syiria diserahkan kepada beliau SAW, begitu pula istana Kerajaan Persia.
Tidak lama berselang, Beliau SAW mengirim surat kepada Kisra Persia dan Kaisar Romawi didalamnya mengajak kepada mereka masing-masing untuk menerima Agama Islam. Akan tetapi setelah Kisra Parvez menerima surat Rasulullah SAW tersebut, ia lantas merobek-robeknya, bahkan memerintahkan kepada Gubernur Yaman agar mengirim utusan untuk menangkap Rasulullah SAW.
Setelah para utusan tersebut, menghadap, dan menceritakan maksud kedatangan mereka, akhirnya Rasulullah berdo’a semalam suntuk mengadu kepada Allah SWT lalu beliau SAW menerima wahyu yg mengisyaratkan bahwa Allah akan memporakporandakan Kerajaan Persia sebagaimana Kisra telah merobek-robek surat Rasulullah SAW. Bahkan dalam wahyu tersebut, Rasulullah SAW diberi kabar bahwa, untuk merebut kekuasaan, anak Kisra akan membunuh ayahnya sendiri. Setelah isi wahyu beliau ceritakan kepada para utusan itu, akhirnya mereka mengatakan : “Jika memang Muhammad SAW adalah seorang nabi yang benar, pasti apa yang diucapkan akan benar-benar terjadi”.
Mereka tidak melaksanakan tugas dan kembali kenegerinya dengan membawa kesan mendalam tentang diri Nabi Muhammad SAW. Benar, tidak lama sesudah itu terjadilah apa yang diceritakan oleh Nabi Muhammad mengenai kehancuran Persia, yaitu ketika anak Kisra benar-benar membunuh ayahnya sendiri. Sesudah itu Kerajaan Persia dipegang oleh putra Kisra tsb dan sejak itu pula, tidak seorang penguasa tertinggi Persiapun yang bergelar Kisra. Tetapi yang ada hanya bergelar Raja biasa. Sebab sebutan “KISRA” adalah lambang kemegahan khusus bagi raja-raja Persia yang berhasil.
Kebenaran ucapan Nabi Muhammad SAW terbukti sebab Kisra yang disebut beliau, yaitu Parvez adalah Kisra terakhir dari raja-raja besar Kerajaan Persia sedangkan putranya sendiri adalah raja terakhirnya. Sebab setelah ibukota Persia dikuasai umat Islam, ia dapat melarikan diri namun pada akhirnya dapat ditangkap kembali dan dibunuh.
Adapun Kaisar Romawi yang mendapat kiriman surat dari Rasulullah SAW seperti yang dimaksud dalam hadits tersebut diatas adalah Heraclius. Ketika mendapat ajakan untuk masuk Islam, Kaisar menaruh hormat dan perhargaan yang membuat Nabi merasa puas setelah mengetahui sikapnya.
Sikap hormat Kaisar pada ajakan Rasulullah Saw tersebut membuat tidak senang di kalangan pejabat tinggi Romawi di wilayah Syiria. Sebab secara kebetulan pada waktu menerima surat ajakan Rasulullah SAW itu, Kaisar sedang mengadakan kunjungan kenegaraan di Syria. Dalam waktu singkat sesudah itu, Islam mendapat kemajuan pesat dan bertambah kuat yang menyebabkan para pejabat tinggi Romawi di Syiria naik pitam, apalagi golongan Yahudi dan kaum munafik berhasil menghasut mereka untuk menyerang umat Islam.
Setelah terjadi berbagai peperangan, akhirnya pada zaman khalifah Umabr bin Khattab, umat Islam dapat mengalahkan dan menguasai Syiria termasuk Palestina. Akan tetapi pusat Kerajaan Romawi Timur yang berpusat di kota Constantinopel dimana Kaisar Heraclius berada, tetap dapat bertahan, tepat seperti diisyaratkan dalam sikap puas Rasulullah SAW atas penghormatan Kaisar terhadap surat ajakan beliau SAW. Bahkan Kerajaan Romawi itu masih berlangsung hingga berabad-abad lamanya dibawah raja-raja kurang berpengaruh yang datang silih berganti dan masing-masing raja itu hanya berkuasa dalam waktu singkat.
Akhirnya Kerajaan Romawi Sirna dari muka bumi pada tahun 1461M (Sumber:Muhammad Farid Wajdi, al-Qamus al-A’m, Dairah Ma’arif al-Qarnil-‘Isyrin, juz:4)
Perlu dicatat bahwa tidak ada seorangpun diantara raja-raja Romawi setelah Kaisar Heraclius yang mendapat sebutan “KAISAR” dari bangsa Romawi. Sebab sebutan “KAISAR” adalah lambang keperkasaan dan kebijaksanaan Raja Romawi.
Maka terbuktilah kebenaran sabda Nabi yang mengatakan : “Wa idzaa halaka qaisharu falaa qaishara ba’dahu”.
Setelah wilayah-wilayah penting Kerajaan Romawi Timur jatuh ketangan umat Islam, begitu pula Kerajaan Persia, kekayaan kedua imperium tersebut berpindah tangan menjadi milik kaum Muslimin yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan penyebaran Islam.

Iklan

2 Tanggapan

  1. سْمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
    Assalamu’alaikum,
    http://www.ahmadiyya.org.uk/ mengucapkan:
    EID MUBARAK 1 SYAWAL 1431H
    MAAF LAHIR BATIN
    Wassalam.

  2. subahannaloh bayak umat yg mendapat manfaat dari paparan antum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: