Hadits Dhaif dan Maudhu’

12iman

Oleh: DR

“Tidak ada al-Mahdi kecuali Isa a.s.”

Hadits ini munkar. Ia telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah II/495, juga oleh al-Hakim IV/441, Ibnu Abdil Bar dalam kitabnya Jami’ al-Ilmi I/155, dari sanad Muhammad bin Khalid al-Jundi, dari Ibnu Aban bin Shaleh, dari al-Hasan, dari Anas.
Menurut saya, sanad ini sangat lemah. Kelemahannya terletak pada tiga, yaitu:
1. ‘An ‘anah (maksudnya yang snanadnya dengan menngunakan kata ‘an Fulan, ‘an Fulan dan seterusnya). Hasan Basri, terbukti telah dengan sengaja pernah mencampur-aduk riwayat.
2. Kemajhulan perawi Muhammad bin Khalid seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya at-Taqrib.
3. Perselisihan dan perbedaan sanadnya. Al-Baihaqi berkata,”Al-Hafizh Abu Abdullah menyatakan bahwa Muhammad bin Khalid adalah majhul, tidak dikenal dikalangan pakar hadits.”
Adz-Dzhabi berkata,”Riwayat ini munkar sambil mengutarakan hadits serupa dengan sanad dari Ibnu Abi Ayyasi dari Hasan secara mursal (terhenti sanadnya sampai kepada tabiin atau sahabat;penj.).”
Hadits dha’if yang oleh ash-Shaghani dan Asy Syaukani bahkan dinyatakan maudhu’ ini adalah riwayat yang dijadikan landasan dalil bagi firqah Ahmadiyah dalam usahanya menguatkan anggapan mereka (para pengikutnya) bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi. Kemudian ia mendakwa sebagai Isa, atas hadits tersebut tadi.
Dakwaan Mirza ini telah banyak menggoyahkan iman kaum dhuafa’ yang pengetahuan agamanya sangat minim. Dan seperti biasa, para penyeru ajakan yang bathil selalu hanya diikuti oleh orang-orang yang lemah imannya dan sangat minim pengetahuan agamanya.
Wallahul musta’an

Sumber:
Silsilah hadits dha’if dan maudhu’ jilid 1, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Hadits no.77 hal 84.

“Aku adalah penutup para Nabi, sedangkan engkau, wahai Ali adalah penutup para wali”

Hadits ini Maudhu’ dengan sanad dari Ubaidillah bin Lu’lu as-Silmi, dari Umar bin Washil, dari Sahl bin Abdullah, dari Muhammad bin Siwar Khali, Anas bin Malik r.a. Kemudian al-Khatib berkata, “Ini hadits palsu yang diberitakan oleh para juru cerita. Dipalsu oleh Umar bin Washil, atau dinisbatkan kepadanya”. Riwayat ini ditempatkan oleh Ibnu Jauzi dalam deretan hadits-hadits maudhu’ dalam kitabnya, al-Maudhuat (I/39)

Sumber:
(Dikutip dari buku “Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu’ “ Oleh : Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal.170, jilid 2, Hadits No.694)

“Barangsiapa meninggal sedang ia tidak mengenal Imam pada masanya, berarti ia mati sebagai matinya kaum jahiliah”

Tidak ada sumbernya yang bermatan demikian. Ibnu Taimiyah berkata,”Demi Allah ! Apa yang disabdakan Rasulullah SAW bukanlah demikian.” Namun yang masyhur seperti diriwayatkan Imam Muslim adalah sebagai berikut :
“ Barang siapa berlepas tangan dari suatu ketaatan, maka ia bertemu dgn Allah pada hari kiamat nanti tanpa mempunyai alasan. Dan barangsiapa meninggal tanpa yang mengikatnya dengan ketaatan, dia mati seperti matinya orang-orang jahiliah.”
Hadits Muslim tersebut ditegaskan dan dinyatakan keshahihannya oleh Adz-Dzahabi dalam kitab Mukhtasar Minhaj as-Sunnah hal.28, dan dijadikan sebagai hujjah.

Sumber:
(“Silsilah hadits dha’if dan maudhu’ “ oleh: Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal.284, jilid 1, Hadits no.350)

“Bila kalian melihatnya, baitlah ia sekalipun kalian harus merangkak diatas salju karena sesungguhnya ia itu Khalifah Allah, Al-Mahdi”

Hadits ini munkar. Telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah 518, dan Al-Hakim IV/463-464 dari sanad Khalid al-Hidza dari Abi Qalabah. Adapun Ahmad dan al-Hakim telah mengeluarkannya dengan sanad dari Ali bin Zaid. Kemudian Imam ahmad menyatakan lemahnya hadits tersebut. Juga Ibnul Jauzi menempatkannya dalam deretan hadits-hadits maudhu’. Adz-Dzahabi berkata,”Aku lihat hadits ini adalah munkar.”
Sebenarnya hadits tersebut benar maknanya, namun yang benar adalah tanpa tambahan kalimat “karena ia merupakan Khalifah Allah”. Tambahan inilah yang dimaksud oleh Adz-Dzahabi sebagai munkar, karena dalam syariat memang tidak dibenarkan berkata manusia sebagai Khalifah Allah. Karena itu, Ibnu Taimiyah telah menjelaskan panjang lebar dalam kitabnya al-fatawa al-qubra II/416, dengan berkata,”Sungguh banyak orang yang menyangka secara salah seperti Ibnu Arabi bahwa yang dimaksud dengan khalifah adalah Khalifah Allah, yakni sebagai wakil Allah. Allah tidaklah mempunyai wakil. Karena itu, Abu Bakar dengan tegas membantah ketika ditanya dengan kalimat,”Wahai Khalifatullah”. Dengan segera ia menjawab,”Aku bukanlah Khalifah Allah, akan tetapi Khalifah Rasulullah SAW. Cukuplah itu.”
Akhirnya, Ibnu Taimiyah mengakhiri fatwanya itu dengan berkata,”Barangsiapa yang menjadikan-Nya mempunyai Khalifah, orang itu berarti telah menyekutukan-Nya, yakni musyrik.”

Sumber:
(“Silsilah hadits dha’if dan maudhu’ “ oleh: Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal.92, jilid 1, Hadits no.85)

Iklan

9 Tanggapan

  1. Thanks infonya 🙂 salam kenal

  2. Salam kenal juga.
    Bapak punya blog? bila punya bagaimana kalau kita tukaren link, nanti alamat blog bapak saya masukkan dalam BLOGROLL

  3. Assalamu’alaikum,
    Maaf, saya lebih percaya kepada orang-orang yang hidup lebih dulu daripada tuan Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang hidupnya belakangan dan terlalu berani menilai Sihah Sitah sebagai maudhu & dhaif.

    Apakah hadits berikut juga dhaif & maudhu?
    “Hampir dekat saatnya orang yang hidup di antara kamu akan bertemu dengan Isa Ibnu Maryam yang menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang Adil” (Musnad Ahmad bin Hambal, Jld. II. hal 411).

  4. Assalamu’alaikum,
    Maaf, saya lebih percaya kepada orang-orang yang hidup lebih dulu daripada tuan Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang hidupnya belakangan dan terlalu berani menilai Sihah Sitah sebagai maudhu & dhaif.Assalamu’alaikum,

    Wa alaikum salam…..
    Bagus dong kalau begitu, kenapa Anda tidak kepada para sahabat yang tidak pernah mengatakan ada lagi nabi baru sesudah Nabi Muhammad SAW? Kenapa Anda mengingkari Al-Qur’an yang merupakan dalil tertinggi bahwa tidak ada dalam Al-Qur’an yang menyebutkan ada lagi Nabi baru sesudah Rasululllah SAW? Diuji dengan Al-Qur’anpun hadits itu jelas-jelas hadits dhaif karena ALLAH TIDAK MEMILIKI KHALIFAH? buktikan dong surat apa dan ayat berapa kalau Allah memiliki khalifah?
    Dalil ini dalil Ahmadiyah yang sudah basi. Yang inovatif dong dalam memberikan bukti-bukti. Bukti-bukti seabreg Ahmadiyah semuanya sudah banyak dipatahkan non ahmadi 😀

    Apakah hadits berikut juga dhaif & maudhu?
    “Hampir dekat saatnya orang yang hidup di antara kamu akan bertemu dengan Isa Ibnu Maryam yang menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang Adil” (Musnad Ahmad bin Hambal, Jld. II. hal 411).

    Bukti yang sudah basi lagi. Justru yang Anda tulis membuktikan Isa bani Israil dan bukan manusia seperti Isa. Semua orang Islam juga tahu termasuk Anda bahwa Isa bin Maryam adalah Isa bani Israil. Terima kasih ya Anda telah mematahkan keyakinan Anda sendiri dgn tulisan dan Anda baru mengakui dua pendakwaan itu saja dan belum mengakui pendakwaan ghulam Ahmad lainnya. Bagus kalau Anda masih belum yakin dengan pendakwaan Ghulam Ahmad lainnya. JADI KENAPA ANDA SAMPAI HARI INI MASIH BERIMAN KEPADA GHULAM AHMAD? 😀

  5. Apapun bukti yang Anda berikan, sudah dipatahkan oleh Nabi Anda sendiri bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang terkahir

    diantaranya, yang pertama Adam dan terakhir Ahmad (Muhammad saw).

    Sumber: “Da’watul Amir”, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad hal.204

    Ceritanya doktrin makan tuan 😀

  6. JADI KENAPA ANDA SAMPAI HARI INI MASIH BERIMAN KEPADA GHULAM AHMAD?

    Sabar sabar, jawabannya akan disampaikan kalau Netral sudah memahami bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah Imam Mahdi, Masih Mau’ud, Nabi & Rasul Ghairi Tasyri’i wa Ghairi Mustaqil.

    Saya punya dua pertanyaan berikut:
    (1) Apakah Nabi Isa as sudah wafat atau masih hidup? Jelaskan berdasarkan Al Qur’an & Hadits.
    (2) Apakah Nabi Isa as akan turun lagi ke dunia?
    Juga jelaskan berdasakan Al Qur’an & Hadits.
    Silahkan, wassalam.

  7. Hee…heee Saya sudah memahami Ghulam Ahmad sebagai Nabi Palsu berdasarkan Al-Qur’an koq bukan berdasarkan percaya kepada perkataan manusia 😀

    diantaranya, yang pertama Adam dan terakhir Ahmad (Muhammad saw).

    Sumber: “Da’watul Amir”, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad hal.204

    Jadi Apapun bukti yang Anda berikan, sudah dipatahkan oleh Nabi Anda sendiri bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang terkahir

    Ceritanya doktrin makan tuan 😀

  8. Pak pertanggung jawabkan tuch jawaban anda ttg “khalifah Allah” yg blm tuntas dijawab. Koq langsung kabur dan menjawab yang tidak ada hubungannya dgn “khalifah Allah” :mrgreen:
    Pertanyaannya saja belum menguatkan pendakwaan ghulam ahmad… Cape dehh. Nanti juga bukti yg disodorkan hanya berkisar soal Isa bin maryam bani israil & bukan mengenai manusia seperti Isa, muhammad, khrisna, dll. Nanti juga di skak mat oleh buktinya sendiri. Kalau bertanya seperti itu diKoreksi dulu dong dgn pendakwaan ghulam ahmad. Dari beberapa hari ini diskusi Anda cuma menghindar saja perihal pendakwaan Ghulam Ahmad. Kelihatan sudah kepepet… Malu-maluin saja :mrgreen:

  9. سْمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
    Assalamu’alaikum,
    http://www.alislam.it/ mengucapkan:
    EID MUBARAK 1 SYAWAL 1431H
    MAAF LAHIR BATIN
    Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: