Maksud Hadits “30 pendusta”

allah1

Oleh : CT

Dan sesungguhnya akan ada didalam umatku tiga puluh pendusta, kesemuanya mengaku bahwa dirinya adalah nabi, padahal aku adalah penutup para nabi. Tidak ada seorang nabipun sesudahku” (At-Tirmidzi)

Bagi orang-orang aliran sesat mereka beranggapan hadits ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa sesudah Rasulullah SAW tidak akan datang nabi. Sebaliknya, Rasulullah membatasi jumlah 30 itu justru menunjukkan bahwa selain jumlah itu adalah bukan nabi palsu. Lalu mereka mengatakan jika dihitung sejak masa Rasulullah hingga sekarang tentu jumlah nabi palsu yang dimaksud oleh hadits tsb telah mencapai 30. Adapun orang yang mengaku nabi, diluar jumlah 30 itu, dia adalah seorang nabi yang benar.

Dapat dibayangkan bagaimana orang-orang yang beraliran sesat memutar balikkan arti hadits Nabi. Seolah mereka berwenang mutlak mengarahkan maksud ucapan beliau SAW. Perlu diketahui maksud dari hadits ttg 30 nabi palsu tersebut adalah bahwa Rasulullah hanyalah menyebutkan secara garis besarnya saja, bahwa dari kalangan umatnya akan muncul pendusta yang masing-masing mengaku nabi. Penegasan mengenai jumlah 30 disini bukan berarti menafikan yang diluar jumlah itu. Sebab jika demikian halnya seandainya yang dliuar jumlah itu, berarti ia adalah benar-benar nabi dan tidak disebut nabi palsu. Sedangkan masalah yang terkait dalam hadits 30 nabi palsu tersebut adalah mengenai pengakuan seseorang bahwa dirinya adalah nabi dan juga terkait dengan hadits mengenai tidak adanya nabi sesudah kenabian Muhammad SAW.
Jadi setiap orang yang mengaku menjadi nabi sesudah Rasulullah adalah nabi palsu. Karena sesudah Rasulullah SAW tidak akan ada nabi lagi, meskipun berada diluar jumlah 30 itu. Perlu dipahami, Rasulullah menyebutkan bilangan itu hanya secara garis besarnya saja karena didalam Al-Qur’an dan Hadits, kata bilangan (Isim ‘Adad) itu sering digunakan untuk jumlah yang tidak mutlak. Bilangan-bilangan itu sering digunakan dalam pengertian jumlah yang sangat banyak dan bukan sebagai batasan. Apabila orang-orang yang beraliran sesat masih mempunyai anggapan itu sebagai batasan, maka dipersilahkan menyebutkan secara pasti orang-orang yang mengaku nabi samapi hari ini. Jika mereka (aliran sesat) mencoba menyebutkannya, dapat dipastikan masih tetap akan ada orang yang mengaku nabi yang ternyata palsu menurut orang-orang yg beraliran sesat sendiri dan menurut orang2 yang tidak beraliran sesat.
Dalam Surat Bani Israil ayat 4, Allah menyebutkan, bahwa orang-orang yahudi akan berbuat kerusakan diatas bumi sebanyak dua kali. Pada ayat itu hanya menyebutkan secara garis besarnya saja dengan kata “dua kali”. sebagaimana dimaklumi dalam sejarah, bahwa puncak kerusakan atau kedurhakaan yang dilakukan oleh mereka yang pertama adalah sekitar tahun 550 M.
Akibat dari puncak kerusakan dan kedurhakaan yang mereka lakukan ini, Allah memberi hukuman kepada mereka dengan mendatangkan bala tentara Nebukhatnezar dari Babilonia untuk menghancurkan dan membumihanguskan kota Yerusalem. Sehingga seluruh kota termasuk kuil suci rata dengan tanah dan mereka ditawan dan dijadikan budak di kerajaan Babilonia, tidak terkecuali para tokoh dan pemuka masyarakat Yahudi. Bahkan dalam penyiksaan terhadap mereka, mata anak-anak Raja Bani Israil kala itu dicungkil keluar dan disiksa dihadapan orang tua mereka.
Kedurhakaan mereka yang kedua adalah pada sekitar tahun 70 M, yakni pada waktu mereka tidak mengindahkan nasehat-nasehat Nabi Isa. Bahkan karena kedurhakaan dan kekerasan sikap yang melewati batas, mereka berusaha menyalib dan membunuhnya. Padahal Nabi Isa diutus khusus untuk memperbaiki kerusakan mereka.
Akibat kerusakan kedua yang diperbuat oleh mereka, Allah memberi hukuman dengan perantaraan Kerajaan Romawi berupa penindasan terhadap orang-orang yahudi. Sejumlah besar orang yahudi dibunuh dengan kejam sehingga kuil mereka (setelah dibangun kembali) dan tempat-yempat suci mereka dihancurkan oleh kerajaan Romawi dibawah Jendral Titus.
Inilah kedurhakaan dan kerusakan beserta hukuman yang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam Surat Bani Israil ayat 4-7. Maka pertanyaan muncul kemudian kepada orang-orang yang beraliran sesat adalah,”Apkah diluar dua kedurhakaan ini, orang-orang yahudi tidak akan berubuat kedurhakaan lainnya? Apakah kekejaman-kekejaman yang telah dilakukan mereka pada waktu setelah mereka mendirikan negara yahudi (Israel) terhadap banga Arab Palestina itu bukan suatu kedurhakaan? Orang-orang yang beraliran sesat yang mau bersikap jujur (jika ada) tentu akan menjawab, bahwa yang demikian adalah termasuk suatu kedurhakaan yang mereka lakukan.

Iklan

12 Tanggapan

  1. بِسْــمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
    Yang sering dijadikan alasan oleh umat/ulama Islam untuk menolak utusan/nabi setelah Nabi Muhammad saw karena adanya hadits tentang 30 orang pendusta yang mengaku nabi, sbb.:
    اَنَّهُ سَيَكُوْنُ فِى اُمَّتِيْ كَذَّابُوْنَ ثَلاَ ثُوْنَ كُلُّهُمْ يّزْعَمُ اَنَّهُ نَبِيُّ اللهِ وَاَنَاخَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَنَبِيَّ بَعْدِىْ
    “Akan ada nanti dalam umatku 30 orang pendusta, yang masing-masing mendakwakan dirinya jadi nabi dan aku khaatamannabiyyin (penutup nabi-nabi), laa nabiyya ba’di (tidak ada nabi setelah aku). (HR Abu Daud dan Tirmidzi).
    Dalam hadits ini ada pembatas 30 orang pendusta. Maka, dengan membatasi jumlah pendusta sampai 30 orang pembohong/dajjal yang akan mendakwakan dirinya seorang nabi setelah Nabi Muhammad saw sudah menunjukkan bahwa akan ada nabi yang benar setelah itu. Kalau setiap orang yang akan mendakwakan dirinya nabi adalah pendusta, tentu Nabi Muhammad saw akan mengatakan, ‘Setiap orang yang mendakwakan diri nabi setelah aku, maka semuanya bohong.’
    Hadits ini sanadnya dinyatakan dhaif (lemah) oleh Al-Hafidzh Ibnu Hajar. Beliau menulis dalam kitab beliau Fat-hul Bari bahwa hadits ini sanadnya dhaif (Hujajul Kiiramah hal. 233). Hadits ini tersebut dalam HR Muslim. Namun demikian, dalam syarah Muslim, Ikmalul Akmal, Jilid VI, hal. 258, tertulis:
    هَاذَاالْحَدِيْثُ ظَهَرَصِدْقُهُ فَإِنَّهُ لَوْعُدَّمَنْ تَنَبَّاءَمِنْ زَمَنِهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِلَى اْلاَنَ لَبَلَغَ هَذَالْعَدَدَوَيَعْرِفُ ذَالِكَ مَنْ يُطَالِعُ التَّارِيْخَ
    “Kebenaran hadits ini sudah nyata, sebab jika dihitung jumlahnya, orang-orang yang pernah mendakwakan dirinya sebagai nabi semenjak Nabi Muhammad saw hingga sekarang pasti sudah mencapai jumlah tersebut; dan ini diketahui oleh orang-orang yang suka mempelajari sejarah Islam.”
    Penulis buku tersebut wafat pada tahun 828H. Jadi dalam kurun waktu 400 tahun sudah ada 30 orang pembohong/dajjal muncul ke dunia yang mendakwakan dirinya nabi. Mereka itu adalah:
    NAMA 30 ORANG YANG PERNAH MENGAKU NABI MENURUT SEJARAH UMAT ISLAM
    NAMA PENDAKWA/PENDUSTA SUMBER
    1. Musailamah Al-Kadzdzaab Shahih Bukhari
    2. Aswad Al Ansi Shahih Bukhari
    3. Ibnu Shoyad Shahih Muslim
    4. Thulaihah Khuwailid Futuhaatil Islamiyati
    5. Bahbud Tutuhaatil Islamiyati
    6. Laqid bin Malik ’Azdi Futuhaatil Islamiyati
    7. Ustadz Syeis Khujajul Kiraamah
    8. Muqhtar Khujajul Kiraamah
    9. Laa Khujajul Kiraamah
    10. Muhammad bin Faraaj Khujajul Kiraamah
    11. Abdullah bin Maimun Khujajul Kiraamah
    12. Ghozali Syahir Khujajul Kiraamah
    13. Faris bin Yahya Khujajul Kiraamah
    14. Ishak Ikhris Khujajul Kiraamah
    15. Ahmad Muslim Mutannabi Ibnu Khaqoon
    16. Al Basandi Kitab Taarikh Khulafaa
    17. Nawakh Naadi Kitab Taarikh Khulafaa
    18. Abu Manshuur Kitabul Fikri fil Firooq
    19. Thooriq Kitab Ibnu Khaldun
    20. Shooleh bin Thoorif Kitab Ibnu Khaldun
    21. Banan bin Sam’aan Manhaaj-us-Sunnah
    22. Kabi Kitaab Iftiroosah
    23. Mighirah bin Sa’iid Kasyful Ghimmah
    24. Shooleh bin Muhammad Miznul I’tidaaf
    25. Ibrohim bin Khoolaf bin Masyhur Miznul I’tidaaf
    26. Abdullah bin Khafsh Al Waakil Miznul I’tidaaf
    27. Yahya bin Zakaria Miznul I’tidaaf
    28. Yahya bin Anbasah Al Quroisy Miznul I’tidaaf
    29. Khasan bin Ibrohim Kitaab Istnaa Mathlab
    30. Malik bin Nuwairoh Banu Tamiim Kitaab Khoolid bin Walid

    Allah Ta’ala mengutus Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Imam Mahdi, Masih Mau’ud, Khalifah Allah, Rasul/Nabi Allah Ghairi Tasyri’ wa Ghairi Mustaqil pada permulaan abad ke 13H, lama sekali setelah ke 30 pendusta yang mengaku nabi itu terjadi. Sekarang pengikut Ahmadiyah sudah tersebar di 198 negara, diantaranya di: http://www.jalsasalana.org/

    جَزَاكُمُاللهِ اَحْسَنُ الْجَزَ
    وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

  2. berarti apakah diluar angka tersebut orang yang mengaku nabi sudah pasti Nabi? Jadi orang yang yang mendakwakan Nabi sudah pasti Nabi dong kalau merujuk tulisan Anda 😀
    Benar2 logika orang yang bodoh 😀

  3. بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
    Maksud hadits itu adalah bahwa setelah lewatnya masa kedatangan 30 orang pendusta yang mengaku dirinya nabi, maka Allah Ta’ala akan mengutus seorang reformer dunia yang berpangkat Imam Mahdi & Masih Mau’ud as. Reformer dunia itu akan dibangkitkan dari antara umat Nabi Muhammad saw yang beriman dan beramal shaleh yang Dia jadikan Khalifah (QS An-Nur 24:56 & HR Ibnu Majah) yang paling ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga termasuk di antara orang-orang yang dianugerahi Nikmat Allah (QS An-Nisa 70) yaitu Nabi Allah (HR Muslim & Misykat) yang Ghairi Tasyri’ wa Ghairi Mustaqil (Kanzul ‘Ummal & Ekgalati ka Izalah) keturunan suku bangsa Persia (HR Bukhari) yang berasal dari suatu kampung yang bernama Qada’ah/Qadian (Al Jawahirul Asrar hal.56 & Hujjajul Kiramah hal. 358) berikut tanda-tanda lainnya. Silahkan baca lagi tulisan saya di thread Tafsir Az-Zukhruf 43:58 dalam blog ini atau buku Da’watul Amir.

    جَزَاكُمُاللهِ اَحْسَنُ الْجَزَ
    وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

  4. Maksud hadits itu adalah bahwa setelah lewatnya masa kedatangan 30 orang pendusta yang mengaku dirinya nabi, maka Allah Ta’ala akan mengutus seorang reformer dunia yang berpangkat Imam Mahdi & Masih Mau’ud as. Reformer dunia itu akan dibangkitkan dari antara umat Nabi Muhammad saw yang beriman dan beramal shaleh yang Dia jadikan Khalifah (QS An-Nur 24:56 & HR Ibnu Majah) yang paling ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga termasuk di antara orang-orang yang dianugerahi Nikmat Allah (QS An-Nisa 70) yaitu Nabi Allah (HR Muslim & Misykat) yang Ghairi Tasyri’ wa Ghairi Mustaqil (Kanzul ‘Ummal & Ekgalati ka Izalah) keturunan suku bangsa Persia (HR Bukhari) yang berasal dari suatu kampung yang bernama Qada’ah/Qadian (Al Jawahirul Asrar hal.56 & Hujjajul Kiramah hal. 358) berikut tanda-tanda lainnya. Silahkan baca lagi tulisan saya di thread Tafsir Az-Zukhruf 43:58 dalam blog ini atau buku Da’watul Amir.

    30 itu bukanlah batasan bro. Penjelasannya sudah dijelaskan secara gamblang oleh pemilik blog ini secara gamblang. Anda terlalu berkhayal terlalu berlebihan. Masih juga ya mengutip hadits maudhu’ yang tertulis di buku khabar suka karangan Mahmud Ahmd cheema ya 😀
    Juga mengutip ayat2 yang tidak ada hubungannya dengan Mahdi dan Isa. Apa ahmadi punya kebiasaan mendustakan ayat2 Allah? 😀

  5. Bung Netral……Ahmadi itu hanya bisanya berteori saja dengan semangat sekali meskipun ayat2 dan hadits2 yang dikutip tidak nyambung dengan pendakwaan Ghulam Ahmad. Coba dechBung Netral tantang adu sumpah dengan ahmadi2 ini, nanti juga nyalinya ciut alias ga bakalan berani. Lisan saja mereka yakin thd MGA tetapi hati kecil mereka masih ada keraguan terhadap pendakwaan MGA :mrgreen:

    keturunan suku bangsa Persia (HR Bukhari)

    rasa-rasanya penulis blog melampirkan buku2 Ahmadiyah ttg hal ini. Anehnya ada dua versi.
    Pertama: Keturunan persia
    Kedua: Bangsa Persia

    Tidak mungkin kedua-duanya benar. Pasti salah satunya ada yang berdusta :mrgreen:

    Di lampiran ringkasan hadits pemilik blog tertulis “Bangsa Persia”. :mrgreen:

    nah looo….koq bisa beda dengan kitab hadits bukhari :mrgreen:

    Inilah ciri dari ahmadi. Sudah diungkap belangnya masih saja menulis yang sudah belang tersebut. Seperti orang OON saja :mrgreen:

    yang berasal dari suatu kampung yang bernama Qada’ah/Qadian (Al Jawahirul Asrar hal.56 & Hujjajul Kiramah hal. 358)

    Kalau gw liat di salah satu buku ttg islam tertulisnya “Kar’ah”. Terbongkar deh perbuatan dustanya :mrgreen:

    Tapi gw setuju dgn netral kalau hadits ini hadits maudhu’.
    Ayo saya tantang Anda beradu sumpah dgn saya kalau yang Anda tulis itu bener :mrgreen:
    Berani gak? :mrgreen:

    Silahkan baca lagi tulisan saya di thread Tafsir Az-Zukhruf 43:58 dalam blog ini atau buku Da’watul Amir.

    Ini mah sudah diulas dengan jelas oleh pemilik blog. Ga ada sangkut pautnya dgn kedatangan manusia seperti Isa :mrgreen:

    Seperti teman2 yang pernah contohkan, Mis:

    Kedung Halang dijadikan perumpamaan……

    Sekarang silahkan Anda jawab pertanyaan dibawah ini:
    1. Apa Manusia seperti kedung halang yang dijadikan perumpamaan dari contoh tsb?
    2. Kedung Halang dijadikan perumpamaan sebagai apa?

    Itu mah kebiasaan Ahmadiyah hanya mengutip ayat cuma sepotong-sepotong……. takut untuk melangkah ke dua ayat berikutnya karena semakin jelas perumpamaannya sebagai apa dan diperuntukkan kaum apa. :mrgreen:
    Sudah diulas tuntas oleh pemilik blog :mrgreen:

    Saya tantang lagi dech Anda beradu sumpah dengan saya kalau apa yang Anda ulas itu benar bahwa akan datang manusia seperti Isa.dengan surat az-zukhruf tsb.
    Saya jamin Anda gak bakalan berani beradu sumpah dengan saya ttg hal ini karena hati kecil Anda pasti berkata lain :mrgreen:

    Itu saja didukung oleh asbaabun nuzuul … nah modal ahmadi cuma bacod doank tanpa didukung hadits. Non Ahmadi lebih taat kepada Allah dan Rasulullah karena mengulas Az-zukhruf ini dengan ayat dan hadits bukan modal bacod doang :mrgreen:

    Allah Ta’ala akan mengutus seorang reformer dunia yang berpangkat Imam Mahdi & Masih Mau’ud as

    Seperti kata netral mengakui MGA koq hanya dua pendakwaan ini saja kenapa tidak mengakui pendakwaan lainnya :mrgreen:
    Ga ada haditsnya ya :mrgreen:
    Kalau Anda menganggap mahdi dan isa satu person, apakah menurut Anda ttg Mahdi mengimami Isa adalah hadits palsu? :mrgreen:
    bisa ga jawab ini :mrgreen:

  6. Tantangan saya tidak terbatas pada kedung halang saja tetapi termasuk Sinar Galih dan Ardi, dll

    Apa Sinar Galih dan Ardi berani beradu sumpah dengan saya ttg apa yang Anda tulis selama ini bahwa ghulam ahmad adalah seorang nabi?

    berani gak? :mrgreen:

  7. Apa Sinar Galih dan Ardi berani beradu sumpah dengan saya ttg apa yang Anda tulis selama ini bahwa ghulam ahmad adalah seorang nabi?

    berani gak? :mrgreen:

    Pak Hari, Mana berani ahmadi-ahmadi Anda ajakuntuk beradu sumpah. Maklum….apa yang ditulisnya khan hasil contekan dari petinggi-petinggi Ahmadiyah. Benar atau tidak benar asal ahmadi lain senang mereka sudah puas meskipun apa yang ditulisnya sangat lemah sekali dan tidak nyambung. Mengutip ayat saja tidak nyambung dengan penjelasan dan pendakwaan ghulam ahmad. Begitupula mengutip hadits……boro-boro…..hadits-hadits palsu/maudhu ada yang dijadikan dalil. Itupun dianggap shahih. Shahih berdasarkan Ahmadi karena mereka mempunyai kepentingan. 😀

  8. Paling alasannya nanti dikaitkan mubahalah…maklum mereka tidak mengerti adu sumpah antar pribadi yg tercantum dlm hadits. Khalifah Ahmadiyah saja kalah mubahalah dgn Ahmad hariadi, apalagi nabinya…jadinya mereka takut beradu sumpah. Takut mengalami hal yg sama seperti petingginya 😀

  9. Kesimpulan hasil diskusi dengan pihak Ahmadi:

    1. Pihak Ahmadi tidak bisa memberikan bukti berupa Al-Qur’an maupun hadits bahwa Ghulam Ahmad adalah Manusia seperti Isa, Muhammad, Krisna, Masiodarbahmi, budha, dll. Bukti pendakwaan ghulam Ahmad bisa dilihat di buku ahmadiyah “Menjawab seruan Ahmadiyah”.

    2. Pihak Ahmadi tidak bisa memberikan bukti bahwa ada lagi Nabi baru sesudah Nabi Muhammad SAW baik di Al-Qur’an maupun hadits.

    3. Pihak Ahmadi tidak bisa memberikan bukti di Al-Qur’an bahwa Ghulam Ahmad adalah khalifatullah/wakil tuhan menurut pengakuan Ghulam Ahmad di bukunya “Menghapus Suatu Kesalahpahaman(Ek Ghalati Ka Izala)”. Pengakuan khalifatullah/wakil tuhan adalah pengakuan orang yang sesat karena Allah tidak memiliki Wakil. Para Nabi sampai Nabi terakhir Nabi Muhammad SAW pun tidak pernah mengaku dirinya adalah Wakil Tuhan.

    4. Pihak Ahmadi memberikan argumen yang lemah dalam membantah penjelasan dari pihak non ahmadi terutama dalam mengartikan khaatama Annabiyyin dengan Cincin/Meterai/Stempel Para Nabi karena para sahabat tidak pernah mengartikan khaatama Annabiyin dengan Cincin Para Nabi tetapi penutup para Nabi. Para sahabat adalah sebaik-baik generasi yang tidak bisa dibandingkan dengan Mirza Ghulam Ahmad yang sesat. Pengertian Penutup Para Nabi dikuatkan oleh ayat-ayat Al-Qu’ran diantaranya Surat Al-Baqarah ayat 7, Surat Al-An’am ayat 46, Surat Al-Jatsiyah ayat 23, Surat Asy-syura ayat 24, Surat yasin ayat 65. Bahkan Bangsa Arab maupun non Ahmadi tidak mengenal Rasulullah SAW sebagai Cincin para Nabi karena Rasulullah SAW bukanlah sebuah Cincin/Materai/Stempel karena Cincin yang dipergunakan Rasulullah hanya sebagai alat untuk mengecap surat-suratnya.
    Menafsirkan satu ayat Qur’an dengan ayat Qur’an yang lain, adalah jenis penafsiran yang paling tinggi, karena Allah subhanahu wata’ala-lah yang menurunkannya, dan Dia-lah yang paling tahu dengan apa yang dimaksud di dalam Al Qur’an..
    Lucu kalau menafsirkan Al-qur’an karena berdasarkan kamus. Memangnya penulis kamus itu Tuhan. 😀

    5. Ajaran Ahmadiyah telah dipatahkan oleh tulisan Nabi dan khalifah Ahmadiyah di dalam buku Da’watul Amir

    diantaranya, yang pertama Adam dan terakhir Ahmad (Muhammad saw).

    Namun Ahmad (Muhammad saw) paling bersinar dari semua.

    Sumber: “Da’watul Amir”, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad hal.204

    Pada kalimat tersebut tidak tertulis sedikitpun ada kata syariat. Apabila dalam kata tersebut terdapat kata syariat berarti Nabi Ahmad yang akan datang akan membawa syariat dan ini akan bertentangan dengan pengakuan MGA bahwa dirinya adalah Nabi yang tidak membawa syariat. DOKTRIN MAKAN TUAN 😀

    Sebaiknya Anda pelajari link2 dibawah ini agar makin pintar 😀
    Semoga Anda bisa mendapat hidayah dari Allah SWT…..

    https://muhammadinsan.wordpress.com/2010/08/16/tafsir-az-zukhruf-57-59/
    http://www.irshad.org/exposed/eclipse.php
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/04/27/tafsir-ash-shaff616/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/04/27/tafsir-an-nisaa469/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/04/27/tafsir-al-jumuah-623/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/05/01/hadits-dhaif-dan-maudhu/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/05/14/maksud-hadits-khaatamul-muhajirin/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/05/14/perkataam-aisyah-tentang-khatam-al-nabiyyin/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/05/21/berapa-tahunkah-ghulam-ahmad-sebagai-nabi/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/05/29/gelar-khaatam-yang-diberikan-oleh-manusia/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/05/27/kenabian-terakhir-dalam-pandangan-riwayat-riwayat/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/05/24/kenabian-terakhir-dalam-pandangan-para-ahli/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/05/14/penjelasan-berbagai-macam-hadits-ttg-tidak-adanya-nabi-sesudah-rasulullah-saw/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/05/02/maksud-hadits-masjidku-adalah-masjid-yang-terakhir/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/04/27/arti-apabila-binasa-kisra-maka-tidak-ada-kisra-sesudahnya/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/03/11/tafsir-al-araaf-735/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/03/08/muhammad-bin-abdillah-shallallahu-%E2%80%98alaihi-wa-sallam-penutup-pintu-kenabian/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/03/05/muhammad-adalah-nabi-terakhir/
    https://muhammadinsan.wordpress.com/2009/05/19/maksud-hadits-perumpamaan-batu-bata-terakhir/
    http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showforum=7
    http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=62
    http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59

  10. Seperti teman2 yang pernah contohkan, Mis:

    Kedung Halang dijadikan perumpamaan……

    Sekarang silahkan Anda jawab pertanyaan dibawah ini:
    1. Apa Manusia seperti kedung halang yang dijadikan perumpamaan dari contoh tsb?
    2. Kedung Halang dijadikan perumpamaan sebagai apa?

    Kayaknya Kedung Halang dan konco-koconya tidak menjawab pertanyaan Anda Pak Hari 😀
    Ya itulah mereka hanya bisa mencontek penafsiran petinggi-petinggi Ahmadiyahyang sesat sehingga ketika diberikan pertanyaan simpel yang berhubungan dengan Surat Az-zukhruf mereka terdiam seribu bahasa 😀
    Memang ayat az-zukhruf tidak ada hubungannya dengan kedatangan matsil Isa menurut Ahmadi. Mereka maklum tidak berani menjawab pertanyaan Anda pak hari karena takut dustanya ahmadiyah terbongkar 😀
    Ya begitulah tabiat ahmadi merubah ayat Al-qur’an dari bunyi “Ibnu maryam matsalan” diubah menjadi “Matsalan Isa”. Tidak ada dalam ayat Al-qur’an tersebut menyebut kedatangan Matsalan Isa. Sifat merubah ayat Al-qur’an tidaklah begitu heran dilakukan aliran hanya untuk menuruti hawa nafsu. Wajar….pengikut ahmadiyah memang orang2 yang awam terhadap ajaran agama Islam. Orang yang awam ajaran Islam ini menjadi mangsa empuk ajaran sesat. Pada umumnya orang yang awam ini akan keras kepala jika diberikan penjelasan yang benar. Mereka bertaqlid buta dengan menganggap benar perkataan manusia dan mengingkari perkataan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sudah cinta mati terhadap nabi palsu 😀

    Bisa dikatakan ahmadi-ahmadi ini disetarakan dengan Abu Jahal karena lebih percaya kepada ghulam ahmad daripada Allahdan Rasulullah yang mengatakan tidak ada nabi lagi baru. Begitupula para sahabat yang sebaik-baik generasi dan bukan generasi ghulam ahmad 😀

    Hanya orang bodoh saja mengikuti orang kemarin sore seperti ghulam ahmad…….. Para sahabat lah yang patut diikuti kemudian tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

    Apa Anda percaya kepada Ghulam Ahmad?
    Hanya orang bodoh saja yang mengimani ghulam ahmad 😀

    rasa-rasanya penulis blog melampirkan buku2 Ahmadiyah ttg hal ini. Anehnya ada dua versi.
    Pertama: Keturunan persia
    Kedua: Bangsa Persia

    Tidak mungkin kedua-duanya benar. Pasti salah satunya ada yang berdusta :mrgreen:

    Di lampiran ringkasan hadits pemilik blog tertulis “Bangsa Persia”. :mrgreen:

    nah looo….koq bisa beda dengan kitab hadits bukhari :mrgreen:

    Ya itulah dustanya mereka lagi …. makanya tidak berani membahas apa yang Anda tulis. Paling banter mereka hanya berani mengutip nama surat dan ayatnya beserta penjelasan usang yang sudah kalah telak oleh penjelasan nahwu shorof pemilik blog ini 😀

  11. Sebenarnya kita tidak perlu berdebat dg pengikut ahmadiyah, sebab orang yg mau membenarkan dokrin mirza ghulam ahmad sudah jelas tidak mau mendengar nasehat yg benar lagi, sebab hati, telinga dan matanya sudah dimatikan dan dibutakan oleh syeitan. hanya yg perlu kita cegah generasi muda kita jangan sampai ikut pada kelmpoknya. Sebab secara ilmu komunikasi modern kedustaannya sudah jelas : MGA diangkat nabi oleh ratu inggeris, kemudian dia mengatakan bukan nabi sebagai mujaddid/pembaharu. kalau islam tidak perlu diperbaharui karena sudah sempurna dan rujukan utamanya Alqur’an akan tetap utuh selama-lamanya sampai hari kiamat, sebab selain dijamin Allah juga orang menghafalnya selalu banyak setiap saat. Jadi kata pembaharu untuk islam tak berlaku sebab islam tak pernah usang dan luntur kecuali otak yang memperbaharu itu yang rusak dan luntur, semoga kaum muslim yang mengaku alqur’an dan Nabi Muhammad s.a.w adalah nabi terakhir selalu waspada jangan tertipu lagi. amin

  12. Rujukan dasar Islam adalah Alqur’an (Utsmani, ok ada yg mengatakan ada alqur’an lain), kalau hadits adalah rujukan kedua artinya rujukan kedua tidak boleh bertentangan dg rujukan pertama. Kalau alqur’an sudah mengatakan Chataman nabiin, nabi penutup maka semua analisa yang memalingan dari arti tersebut harus disingkirkan, walau dikatakan hadits, sebab bagaimanapun hadits tidak dibukukan semasa nabi secara ilmu penelitian kesalahan ingatan harus jadi pertimbangan kalau sanad hadits tersebut shahih bahkan sebenarnya masih perlu kita pertimbangkan perubahan bunyi bahasa arab sangat berbeda artinya, apalagi kalau ditambah sedikit saja huruf sudah menjadi perdebatan tak berkesudahan, oleh karena hadits 30 pendusta itu berlawanan dg alqur’an lebih baik hadits dibuang saja. Kemungkinan hadits itu palsu perlu dikaji, sebab Nabi sudah dijamin “maksum” terbebas dari kesalahan dan setiap perbuatan beliau maupun perkataan selalu dibimbing Allah. Bahkan beliau bermuka masam saja menghadapi umatnya langsung ditegur Allah, atau lupa mengucapkan “insya Allah” dalam berjanji untuk menjawab tantangan kaum kafir beliau langsung ditegur Allah, yang diabadikan dalam Alqur’an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: