Penjelasan Berbagai macam Hadits ttg tidak adanya Nabi sesudah Rasulullah SAW

muhammad_rasulullahOleh: BD

Imam Bukhari juga meriwayatkan sebuah hadits dari Mushab bin Saad dari ayahnya, bahwasanya Rasulullah Saw berangkat menuju Tabuk dan mengangkat Ali ra sebagai penggantinya di Madinah. Lalu Ali berkata, Apakah engkau mengangkatku untuk mengurusi anak-anak dan wanita? Beliau Saw bersabda, Tidakkah engkau rela (wahai Ali), bahwa kedudukanmu sebagaimana kedudukan Harun terhadap Musa? Akan tetapi, tidak ada nabi setelahku.[HR. Imam Bukhari].

Hadits ini menegaskan, bahwa kedudukan Ali ra tak ubahnya dengan kedudukan Harun as yang menggantikan Musa as. Namun, agar Ali ra memahami bahwa kedudukannya dengan Harun as hanya sama dari sisi sebagai wakil (pengganti), dan bukan dari sisi kenabian, maka beliau Saw menegaskan dengan kalimat akan tetapi, tidak ada nabi setelahku. Artinya, kedudukan Ali ra sama dengan Harun as, dari sisi sama-sama sebagai pengganti saja, namun Ali ra bukanlah seorang Nabi seperti halnya Harun as.

Walhasil, hadits ini adalah dalil sharih yang menegaskan tidak adanya nabi dan rasul baru setelah Nabi Muhammad Saw.

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Uqbah bin Aamir, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
Jika ada Nabi sesudahku, tentu yang akan menjadi Nabi adalah Umar bin Khaththab.[HR. at-Tirmidzi, juz 5, hal. 338].

Seandainya ada nabi setelah Rasul, tentunya yang lebih berhak menyandang adalah Umar bukan orang lain yang mengaku nabi seperti Mirza Ghulam Ahmad .  Faktanya, Umar tidak menjadi Nabi. Ini menunjukkan dengan sangat jelas, bahwa setelah Nabi Saw wafat tidak ada lagi nabi dan Rasul.

Imam Bukhari menuturkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda:
Adalah Bani Israil, urusan mereka senantiasa diatur oleh para Nabi, setiap Nabinya telah wafat, maka akan diganti Nabi yang lain. Akan tetapi, tidak ada nabi sesudahku; yang ada adalah para khalifah dan jumlahnya sangat banyak.[HR. Imam Bukhari, juz 2, hal. 175].

Hadits ini memberikan pengertian, bahwa setelah Rasulullah Saw wafat tidak ada lagi Nabi dan Rasul baru secara mutlak, baik yang membawa syariat baru maupun tidak. Yang ada hanyalah para khalifah yang jumlahnya banyak.

Imam at-Tirmidzi mengetengahkan sebuah riwayat dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw bersabda:
Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus, maka tidak ada rasul dan nabi sesudahku.[HR. at-Tirmidzi, juz 3, hal. 364].

Hadits ini adalah dalil tegas yang menunjukkan, bahwa nubuwwah dan risalah sudah tidak ada lagi setelah diutusnya Nabi Muhammad Saw. Dengan kata lain, tidak ada lagi pengangkatan nabi dan rasul baru setelah diangkatnya Nabi Muhammad Saw.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. سْمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
    Assalamu’alaikum,
    http://www.islamahmadiyya.net/ mengucapkan:
    EID MUBARAK 1 SYAWAL 1431H
    MAAF LAHIR BATIN
    Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: