Perkataan Aisyah tentang “khâtam al-nabiyyîn”

Allah4Oleh: BD

Dituturkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Aisyah ra, bahwasanya beliau berkata, Katakanlah khâtam al-nabiyyîn, dan jangan berkata, lâ nabiya ba’di.

Alasan ini sering dijadikan hujjah oleh orang Ahmadiyah untuk membenarkan penakwilan mereka terhadap frase khâtam al-nabiyyîn.  Mereka menakwilkan khâtam al-nabiyyîn, bukan sebagai penutup para nabi, atau nabi terakhir, akan tetapi, masih terbukanya kenabian dan risalah. Dengan kata lain, akan datang nabi dan rasul baru setelah Nabi Muhammad Saw wafat, yang tidak membatalkan syariatnya Muhammad Saw. Mereka menyakini, bahwa perkataan Aisyah ra ini menunjukkan kedatangan nabi dan rasul baru, meskipun ia tidak membawa syariat baru yang membatalkan syariatnya Muhammad Saw. Masih menurut mereka, nabi yang ditolak pada hadits-hadits lâ nabiya ba’di hanyalah Nabi dan Rasul baru yang membatalkan syariat Muhammad, sedangkan Nabi dan Rasul baru yang tidak membatalkan syariat Muhammad tetap akan datang. Contohnya adalah Mirza Ghulam Ahmad.

Sesungguhnya keyakinan semacam ini adalah penakwilan sesat yang bertentangan dengan aqidah kaum Muslim. Adapun bantahan terhadap pendapat ini adalah sebagai berikut:

Pertama, pada dasarnya,  itu dari perkataan Aisyah ra & bukan perkataan Rasulullah Saw. Oleh karena itu, secara ushul tidak bisa digunakan hujjah, sebab ia hanya pendapat atau interpretasi shahabat. Selain itu, hadits ini adalah hadits ahad sehingga tidak layak digunakan hujjah untuk membangun masalah-masalah aqidah. Sebab, menyakini ada atau tidak adanya nabi dan Rasul baru setelah Rasulullah Saw wafat termasuk bagian dari keimanan. Sedangkan keimanan tidak boleh dibangun berdasarkan dalil-dalil dzanni. Oleh karena itu, berhujjah dengan perkataan Aisyah ra ini telah gugur secara ushuliy.

Kedua, adapun hadits-hadits tentang khâtam al-nabiyyîn yang marfu dari Rasulullah Saw menunjukkan dengan sangat jelas tidak adanya risalah dan nubuwwah, setelah beliau Saw. Dengan kata lain, tidak ada lagi nabi dan rasul baru setelah beliau Saw.

Adapun perkataan Aisyah ra tersebut tidak mungkin dipahami adanya Nabi maupun Rasul baru (Mirza Ghulam Ahmad) setelah Nabi Saw mangkat. Perkataan Aisyah ra itu bisa ditafsirkan sebagai berikut:

Aisyah ra tidak ingin orang-orang mencampuradukkan istilah al-Qur’an dengan hadits Nabi. Khâtam al-Nabiyyin adalah kata yang termaktub di dalam al-Quran, sedangkan lâ nabiyya ba’di adalah istilah dari Rasulullah Saw (hadits). Apa yang diucapkan Aisyah ra tersebut hanyalah nasehat agar para shahabat menggunakan istilah yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an saja agar istilah al-Quran (khâtam al-nabiyyin) benar-benar terpisah dengan istilah hadits lâ nabiya ba’di. Hanya saja tidak boleh dipahami bahwa Aisyah ra memiliki keyakinan seperti halnya keyakinan orang Ahmadiyyah, bahwa setelah Nabi Muhammad saw masih ada nabi baru lagi. Sebab, kata khâtamun nabiyyin sendiri maknanya adalah lâ nabiya ba’di.  Maksudnya, tidak ada pengangkatan nabi dan rasul baru.
Kita semua tahu Siti Aisyah sebenarnya berkeyakinan seperti keyakinan para sahabat Nabi yang lain, yakni: sesudah Nabi Muhammad SAW tidak akan datang Nabi lagi. Adapun maksud ucapan Siti Aisyah tsb adalah agar wahyu asli (ayat Al-qur’an) tidak bercampur dengan hadits Nabi karena Nabi SAW pernah bersabda:
“Janganlah kamu menulis apapun dariku selain ayat Al-Qur’an. Maka barang siapa telah terlanjur menulis sesuatu dariku selain Al-Qur’an, hendaklah ia menghapusnya.”(Hadits Riwayat Imam Ahmad bin Hambal dalam Al-Musnad juz 3, hal. 56, 12, 21, 39)
Maksud hadits Nabi tsb adalah agar para sahabat jangan sampai mencampur antara wahyu (ayat-ayat Al-Qur’an) dengan ucapan Rasulullah (hadits). Sehingga siapa saja diantara para sahabat yang sudah terlanjur mencampur antara keduanya, hendaklah ia segera menghapusnya. Jadi maksud ucapan Istri Nabi (Siti Aisyah) tsb adalah untuk menasehati para sahabat agar mereka menyebut “khaataman nabiyyin” saja sesuai dengan wahyu aslinya. Dan Siti Aisyah melarang menambah dengan sabda nabi “laa nabiyya ba’di” pada ayat “khaataman nabiyyin”, agar antara ayat Al-Qur’an “khaataman nabiyyin” itu tetap terpisah dari hadits Nabi “laa nabiyya ba’di” yang merupakan penjelasannya, untuk menghindarkan agar kalimat “laa nabiyya ba’di” itu generasi Islam mendatang tidak dianggap sebagai bagian dari Ayat Al-Qur’an. Jadi ucapan Aisyah tsb sebenarnya justru menguatkan bahwa para sahabat pada waktu itu menafsirkan ayat “khaataman nabiyyin” dengan arti “laa nabiyya ba’di” (tidak ada seorang nabipun sesudah Rasulullah). Demikianlah orang-orang ahmadiyah sengaja hendak mengelabui orang banyak dengan membelokkan maksud ucapan Siti Aisyah tersebut. Mereka mengatikannya dengan arti yang sebaliknya yaitu bahwa Siti Aisyah berkeyakinan sesudah Nabi SAW masih akan datang Nabi lagi. Inilah salah satu bukti bagaimana ucapan orang-orang ahmadiyah untk mengelabui Umat Islam dan memutarbalikkan Nash, baik firman Allah SWT, sabda Nabi SAW dan ucapan para sahabat dengan tujuan tidak lain untuk membela kepercayaan mereka dengan sengaja membuat kebohongan.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Boleh jg nih tafsiran Anda. :-p
    Tp lebih enak tafsiran Ahmadiyah, ah!

  2. Pak insan, bisa tidak kalau tulisan saya ttg perkataan aisyah ditambahkan ke tulisan BD. Tidak banyak koq. Boleh tdk alamat email bpk. Nanti tambahannya dikirim lewat email.

  3. Boleh saja. Nanti tulisan anda akan saya bedakan dgn tulisan BD. Mungkin saya bedakan dgn warna tulisan. Alamat email saya muhammad1ns4n@yahoo.com

  4. سْمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
    Assalamu’alaikum,
    http://www.jalsasalana.org/ mengucapkan:
    EID MUBARAK 1 SYAWAL 1431H
    MAAF LAHIR BATIN
    Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: