Tafsir Ash-shaff Ayat 9

Oleh : ZK


هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.(QS.61:9)


Ayat ini memiliki kesamaan pada ayat berikut:
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.(QS Al Fath 48:28).

Penjelasan:
Dalam ayat ini ditegaskan kebenaran Muhammad sebagai Rasul yang diutus Allah SWT. kepada manusia dengan menyatakan, Dia-lah Rasul Allah yang diutus-Nya membawa petunjuk dan agama Islam sebagai pengganti agama-agama dan syariat yang telah dibawa oleh para Rasul sebelumnya, menyatakan kesalahan dan kekeliruan akidah-akidah agama dan kepercayaan yang dianut manusia, yang tidak berdasarkan agama dan untuk menetapkan hukum-hukum yang berlaku bagi manusia sesuai dengan perkembangan zaman, perbedaan keadaan dan tempat. Hal ini juga berarti dengan datangnya agama Islam yang dibawa Muhammad itu, maka agama-agama yang lain tidak diakui lagi sebagai agama yang sah di sisi Allah.
Kalimat “agama yang benar” itu terjemahan dari وَدِينِ الْحَقِّ . Dua kata arab ini bukan terdiri dari sifat dan yang disifati karena didalam kata دِينِ itu tidak ada “al”-nya. Oleh karena itu, dua kata itu terdiri dari mudhof & mudhof ilahi yang menyimpan kata min/dari. Kata الْحَقِّ yang menjadi mudhof ilaihi itu adalah tertuju kepada Alllah yang Maha Benar. Jadi agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW itu berasal dari dari Allah yang Maha Benar yang tentunya setiap ajarannya juga berasal dari-Nya. Sehingga perantaraan yang mana, maka pengertian-pengertian setiap ajaran yang salah yang sudah masuk ke dalam ajaran-ajaran Agama Allah yang sebelum itu dapat diketahui sejelas-jelasnya. Atas dasar pengertian-pengertian yang salah tersebut maka ketika itu orang-orang yahudi menolak terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Apabila pengertian-pengertian yang salah selama ini, dapat dijadikan pelajaran bagi kaum muslimin yakni apabila pengertian-pengertian yang salah selama ini ada pada mereka terhadap ajaran-ajaran Allah yang ada dalam Al-Qur’an itu dibenarkan maka hendaklah mereka jangan bersikap seperti sikapnya orang-orang yahudi itu. tetapi sebaliknya hendaklah mereka mendengarkan dengan baik menggunakan akal sehat dan hati nuraninya, sehingga akhirnya mereka dapat menerima yang benar dan menyingkirkan yang salah.

Pada akhir ayat ini, dinyatakan bahwa semua yang dijanjikan Allah kepada Rasulullah saw dan kaum Muslimin itu pasti terjadi dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi terjadinya.

Jadi anggapan Ahmadiyah bahwa ayat ini mengisyaratkan datangnya mahdi dan isa adalah anggapan yang salah. Penjelasan diatas menafikan pendapat ahmadiyah tersebut.

Iklan
%d blogger menyukai ini: