Kepalsuan Hadits Ahmadiyah tentang Gerhana

Segala puji bagi Allah semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi akhir zaman Muhammad bin Abdillah kepada para keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya hingga hari kiamat. Amma ba’du:

Kita mungkin pernah membaca atau mendengar dalil yang selalu didengungkan oleh kelompok Ahmadiyah Qadiyani untuk membuktikan kebenaran kenabian Mirza Ghulam Ahmad seperti yang beredar di situs maupun buku-buku ahmadiyah tentang hadits gerhana. Baca lebih lanjut

Tafsir Az Zukhruf 57-59

Oleh: WR



وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ

Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu bersorak karenanya. (QS.43:57) Baca lebih lanjut

Maksud Hadits “Khalifah dalam jumlah banyak”

3d525a27Oleh: TN

Imam Bukhari menuturkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“Adalah Bani Israil, urusan mereka senantiasa diatur oleh para Nabi, setiap Nabinya telah wafat, maka akan diganti Nabi yang lain. Akan tetapi, tidak ada nabi sesudahku; yang ada adalah para khalifah dan jumlahnya banyak.[HR. Imam Bukhari, juz 2, hal. 175].

Hadits ini memberikan pengertian, bahwa setelah Rasulullah Saw wafat tidak ada lagi Nabi dan Rasul baru secara mutlak, baik yang membawa syariat baru maupun tidak. Yang ada hanyalah para khalifah yang jumlahnya banyak. Baca lebih lanjut

Maksud Hadits tentang “Mubasyirat”

f639003fOleh: WK

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Sabda RAsulullah:”Tidak ketinnggalan dari (urusan) kenabian melainkan Mubasyirat. Sahabat-sahabat bertanya: Apa dia Mubasyirat? Sabdanya: Mimpi yang baik. (HR. Bukhari)

Diriwayatkan dari Ummu kurz, Sabda Rasulullah:”Telah habis kenabian, tetapi tinggal Mubasyirat (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadits-hadits yang semakna dengan apa yang tertulis diatas terlalu banyak diriwayatkan dari Anas, Abith Thufail, Ibnu Abbas, dll. Baca lebih lanjut

Maksud hadits “Khaatamul Muhajirin”

muhammadOleh: DW

“Ithma’inna ya ’ammii fainnaka khaatamulmuhajirina fil hijrati kama ana khaatamunnabiyyina finnubuwwat”.

Artinya:

“Tenangkanlah hatimu wahai paman, sesungguhnya engkau orang yang hijrahnya terakhir sebagaimana saya adalah penutup dari para nabi-nabi (H. R. Ibnu Asakir dan Asyaasyi, dalam Kanzul ‘Ummal, Alaudin Alhindi, Muassatur Risalah, Beirut, 1989, jld.XIII, hlm. 519, Hadits no. 37339)

Arti dari hadits Khaatamul Muhajirin tsb dikuatkan pula oleh Aliran Ahmadiyah dalam sebuah buku “Bukan Sekedar Hitam Putih” yang ditulis oleh M.A.Suryawan hal42. Dimana dalam buku tersebut tertulis demikian:

“Tentramlah wahai pamanku, sesungguhnya engkau adalah khaatam-ul-muhajiriin dalam hijrah sebagaimana aku adalah khaataman-nabiyyiin dalam kenabian.” Baca lebih lanjut